Generasi Baru Ranger Tak Pakai Basis All-New Everest



 Peluncuran All-New Ford Everest secara global di Beijing, China mengundang pertanyaan terkait produk Ford lain pada segmen pikap kabin ganda yaitu Ranger. Apakah generasi terbaru Ranger nantinya akan menggunakan basis yang sama atau minimal berdesain mirip dengan All-New Everest?
Direktur SUV dan Kendaraan Komersial Ford Asia Pasific Richard Tilly menjelaskan, Ford Motor Company punya cara berbeda dalam mengembangkan modelnya. Everest masuk dalam segmen SUV yang ternyata berbeda penanganan dengan model komersialnya seperti Ranger.

"Ranger berbeda dengan Everest, jadi nantinya pengembangan generasi terbaru Ranger tidak akan menggunakan basis dari Everest karena SUV tidak sama dengan mobil komersial," jelas Richard Tilly di Beijing, Kamis (13/11/2014).

Generasi ketiga dari Everest ini punya konfigurasi body on frame dengan desain khas terbaru Ford yang menunjukan Everest sebagai anggota baru dari keluarga One Ford. Secara keseluruhan penampilan SUV 7-penumpang ini berbeda dengan pendahulunya yang terkesan boxy.

All-New Everest juga memiliki tiga varian mesin yang salah satunya mengusung teknologi EcoBoost dengan kapasitas 2,0 liter. Dua model lainnya menggunakan mesin bensin Duratorq berkapasitas 2,2 liter empat silinder dan 3,2 liter lima silinder.

Penggunaan All-New Everest lebih kepada konsumen yang mencari SUV 7-penumpang dengan kemampuan off-road dan juga nyaman dipakai di dalam kota. Sementara karakter konsumen Ford Ranger lebih menyasar kepada kendaraan operasional perkebunan atau pertambangan dengan juga memiliki kemampuan lebih di medan berat.

Ferrari Siapkan Varian Baru Bertenaga 1.000 tk Lebih

 Ferrari akan menggunakan ajang World Finals di Abu Dhabi yang dihelat awal Desember 2014 untuk melepas varian baru LaFerrari XX. Mobil sport berteknologi hibrida ini kabarnya akan memiliki tenaga hingga 1.050 tk dan khusus untuk lintasan balap saja.
Dilansir Top Gear (11/11/2014), LaFerrari XX menjadi mobil sport paling bertenaga yang pernah diproduksi Ferrari, tenaganya lebih besar 100 tk dari versi reguler jalan raya. Artinya, tenaga ini lebih besar 50 persen dari mobil F1 lansiran 2014.

Rumorsnya, LaFerrari akan dibekali mesin F1, V6, turbo. Tapi, kabarnya mobil ini tetap menggunakan mesin yang sama dengan versi reguler, yakni V12 ditambah motor listrik. Diklaim kolaborasi tersebut menghasilkan tenaga yang jauh lebih besar. Daya lebih besar diperoleh dari mesin konvensional, sedangkan motor listrik sepertinya masih tetap sama menghasilkan 161 tk seperti sebelumnya.

Sekedar membayangkan seberapa brutal varian XX ini, bisa dibandingkan dengan versi yang sudah ada sekarang. LaFerrari yang sudah dijual sekarang ini mampu dikebut 0-62 mph (99.7 kpj) dalam 2,9 detik dan mencapai kecepatan 124 mph (199,5 kpj) dalam 7 detik.

LaFerrari XX akan mengikuti ajang Ferrari Corse Clienti di 8 seri di seluruh dunia. Sama seperti FXX, LaFerrari XX, akan diproduksi di Maranello. "Kami tidak mau barang tersebut hanya menjadi koleksi. Kami mau mereka untuk dikemudikan," ujar sumber internal perusahaan kepada Top Gear.

Sebelumnya, Enzo FXX hanya diproduksi Ferrari sebanyak 30 unit saja. Sepertinya, jumlah produksi LaFerrari XX tidak akan jauh berbeda dari Enzo, tidak tahu berapa unit, tetapi yang pasti terbatas.

Soal harga, belum ada keputusan pasti. Tapi, sumber dalam Ferrari mengestimasi bisa berkisar 2 juta pound (Rp 38,48 miliar), sama seperti McLaren P1 GTR.

Mercedes-Benz Indonesia Tak Kompromi Masalah BBM

 Kebijakan pemerintah atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 80 tahun 2014, tentang Industri Kendaraan Bermotor yang mewajibkan kendaraan rakitan lokal atau impor yang dijual di Indonesia tidak boleh menenggak BBM bersubsidi, diperkirakan akan memengaruhi setiap merek otomotif.
Namun kalangan yang dianggap paling siap beradaptasi adalah pabrikan premium sekelas Mercedes-Benz. Logikanya, karena standar spesifikasi mesin kebanyakan model sudah menuju EURO 6 membutuhkan BBM berkualitas terbaik yang tidak disubsidi pemerintah. Setiap konsumen mobil mewah seharusnya tidak keberatan rutin membeli BBM non subsidi yang berarti di kelas RON 92 ke atas untuk bensin atau Cetane 51 untuk diesel.
“Mercedes-Benz tidak pernah kompromi dengan kualitas, selalu yang terbaik. Saya rasa kami siap,” ujar Elvera N. Makki Deputy Director Corporate Communication & Public Affairs Mercedes-Benz Indonesia (MBI), saat konferensi pers Science Film Festival 2014 di Jakarta, Kamis (13/11/2014).
Selama ini kebanyakan model premium yang dipasarkan “terpaksa” kompromi dengan EURO 2 yang masih digunakan di Indonesia agar konsumen bisa merasa aman dan nyaman berkendara. Sedikit berbeda, MBI mengatakan standar seluruh kendaraan baru Mercedes-Benz diturunkan dari EURO 6 menjadi EURO 4, inilah bentuk penyesuaian untuk Indonesia.

Vera mengatakan ada hal penting yang perlu diketahui, konsumen harus menyadari bila mobil dipaksa minum BBM bersubsidi harus menanggung konsekuensi kerusakan mesin dan kehilangan garansi. Jadi, BBM bersubsidi "haram" buat Mercedes-Benz di Indonesia.
Peningkatan kualitas BBM di Indonesia dianggap cara baik merawat lingkungan. Pandangan otomotif, kata Vera, harus lebih luas dari masalah penggunaan BBM bersubsidi. “Masalah yang paling penting untuk dihadapi adalah polusi udara, anak-anak di Jakarta lebih rentan sakit dibanding daerah lain,” tutup Vera.

Bokong Nissan GT-R Vs Kim Kardashian

Kim Kardashian bikin heboh lagi. Kali ini, sosialita dan selebriti Amerika Serikat itu berpose seksi di majalah Paper yang menampilkan lekuk tubuh, khususnya bokong. Majalah lifestyle itu pun memberi judul pose-pose tersebut dengan "Break The Internet".
Memanfaatkan kasak-kusuk yang sedang hipitu, tim media sosial Nissan mengunggah foto bagian belakang GT-R Nismo di akun Twitter. Ya, Nissan ingin membandingkan keseksian bokong mobil super itu dengan bokong Kim.

Mereka memberi tweet ”Hate to break it to you” dengan menyebut akun @KimKardashian danhashtag #BreakTheInternet serta menyebut pula akun @papermagazine.

Di foto, sosok Nissan GT-R menghadap belakang diberi tulisan ”ours is bigger”. Artinya lebih kurang bahwa bagian belakang mobil itu lebih "bahenol" ketimbang milik Kim.

Bukan menyindir, Nissan hanya ingin melakukan sosialisasi terhadap seksinya desain GT-R Nismo yang tak kalah menarik dengan lekuk tubuh Kardashian. Tak cuma seksi, kemampuan mobil ini pun fantastis, melaju 0-100 kpj dalam waktu kurang dari tiga detik.

Pembaruan Istimewa Interior All-New Everest



Selain perubahan secara total pada desain eksterior, Ford juga memberikan sentuhan terbaru pada desain interior. Fokus terpenting adalah kabin yang lega dengan memaksimalkan kenyamanan penumpang tak hanya di baris depan, tapi di baris kedua dan ketiga.
Maurizio Tocco, Interior Design Manager Ford Asia Pasifik menjelaskan, desain interior menggunakan desain horizontal agar seimbang dengan desain eksterior. Gaya itu terlihat mulai dari dasbor depan hingga belakang.

"Ruang interior All-New Everest diklaim mampu memberikan kelapangan untuk tujuh penumpang dewasa hingga baris ketiga, ditambah dengan penempatan saluran AC di bangku baris kedua. Bila tidak digunakan, jok baris kedua bisa dilipat dengan konfigurasi 60/40, dan baris ketiga dapat ditekuk 50/50," jelas Tocco saat peluncuran di Beijing, Kamis (13/11/2014).

Kelengkapan
Ford ikut menanamkan teknologi SYNC dengan sistem hiburan yang cukup canggih dengan layar sentuh 8-inci di dashboard. Ada juga Active Noise Cancellation guna mengurangi suara bising dari luar kendaraan.

Ada dengan 30 kompartemen atau tempat penyimpanan di kabin dengan total kapasitas mencapai 48 liter. Bila kursi baris ketiga dilipat maka volume bagasi 2.010 liter dengan kemampuan daya angkut barang mencapai 750 kilogram, dengan tambahan barang di atap 100 kilogram.

Semua kapabilitas itu menunjukan bahwa All-New Everest punya kemampuan mumpuni untuk diajak berpetualang ke luar kota dengan tata letak ruang yang apik, ataupun sebagai kendaraan harian di dalam kota.

Prinsipal Otomotif Sepakat Segel Data Pribadi Konsumen

Prinsipal otomotif dunia punya pesan bagi konsumen, "Di mana Anda mengemudi dan bagaimana cara mengemudi adalah persoalan pribadi, bukan masalah kami."

Mobil secara cepat berubah menjadi ponsel pintar dengan roda, mampu mengirimkan berbagai macam data pada pabrikan via sistem koneksi kendaraan. Salah satunya, sudah dilakukan General Motors melalui fitur "OnStar" yang terkoneksi dengan sambungan 4G.

Data ini diharapkan bisa menciptakan layanan lebih baik tanpa menyalahgunakan informasi pribadi yang diperoleh. BMW, Chrysler, Ford, GM, Honda, Hyundai-Kia, Mercedes-Benz, Nissan, Toyota, dan Volkswagen sepakat untuk mengelola data ini demi menjaga privasi dan keamanan konsumen.

Para prinsipal ini, menciptakan asosiasi baru Aliansi Manufaktur Otomotif dan Asosiasi Otomotif Global, keduanya berkantor pusat di Washington DC. Melalui kedua asosiasi ini perusahaan akan memiliki kewenangan mengelola data mulai model-model yang dipasarkan pada 2017. Perusahaan bisa meminta data ini atas persetujuan dengan masa berlaku satu tahun dan bisa diperpanjang jika diminta dan disetujui.

"Mobil modern bukan hanya berbagai jalan, tetapi dalam waktu dekat berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Kewaspadaan terhadap kemanan konsumen dan sistem kendaraan sangatlah penting," jelas John Bozzella, Presiden Asosiasi Otomotif Global, dalam pernyataan resminya, dilansir Autonews (13/11/2014).
Izin konsumen
Melalui asosiasi ini, para prinsipal sepakat untuk menjelaskan pada konsumen jenis data yang akan dikumpulkan dan bagaimana akan digunakan dibagikan. Data ini akan dimanfaatkan untuk menciptakan buku manual pada tampilan layar dasbor atau portal berbasis internet yang dikelola perusahaan.

Konsumen bisa melihat kebijakan yang diajukan sebelum membeli mobil baru. "Tidak akan ada pendekatan yang homogen," tulis protokol yang dikeluarkan asosiasi.

Semua prinsipal akan mengumpulkan berbagai data, termasuk informasi geologi di mana lokasi kendaraan, biometrik seperti karakteristik fisik pengemudi, dan kebiasaan berkendara. Perusahaan mobil juga sepakat untuk mendapat izin dari konsumen untuk menggunakan data pribadi ini untuk melakukan pemasaran, iklan, dan lain sebagainya.